Jakarta - Begitu banyak kekecewaan dan amarah mewarnai
IPO Facebook sejak dibuka Jumat pekan lalu. Investor-investor kecil yang
berharap bisa meraup pundi-pundi uang dari meroketnya harga saham FB,
malah harus merugi.
Diperkirakan, total kerugian yang ditanggung
para investor FB mencapai lebih dari US$ 600 juta. Seperti kebanyakan
IPO belakangan ini, harga saham FB anjlok saat ditutup di perdagangan
hari pertama.
Hari berikutnya, malah terus turun di bawah harga
penawaran US$ 38. Kemarin, FB berhasil naik tipis dan ditutup di harga
US$ 33, masih di bawah harga penawaran. Ini baru tahap awal dan
bersiaplah untuk kemungkinan yang lebih buruk.
Menurut David
Wessels, profesor finansial dari Wharton Business School, seperti
dikutip dari CNN, Jumat (25/5/2012), investor yang tidak puas punya
cukup banyak kesempatan untuk jual pada Jumat sore begitu isu teknis di
Nasdaq terpecahkan. Mereka yang memutuskan untuk jual masih mendapat
profit. Investor di IPO lain malah tidak pernah punya kesempatan untuk
memperoleh kembali sejumlah yang sudah mereka taruh.
Kartun benny
semua
- buku favorit (19)
- Customer Service (2)
- Manajemen (7)
- Motivasi (2)
- Properti (5)
- Wirausaha (3)
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Mei 2012
Rabu, 23 Mei 2012
Masuk Fase Jenuh Jual, IHSG Ditutup Melonjak Tajam
Investor tercatat melakukan aksi borong saham, setelah sempat terdiskon cukup dalam selama sepekan terakhir. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa masuk zona hijau, dengan melonjak 80.992 poin (2,05%) ke level 4,021.100 pada perdagangan Selasa, 22 Mei 2012. Sementara Indeks LQ45 juga ditutup melonjak 14.173 poin (2,13%) ke level 679,193.
Melonjaknya posisi IHSG hari ini dikarenakan mulai masuknya fase jenuh jual yang dilakukan investor, setelah pada perdagangan sepekan terakhir IHSG tercatat merosot tajam.
Investor lokal maupun luar melakukan aksi borong saham, usai melihat potensi harga saham yang sudah mencapai angka terendah dan terdiskon cukup tinggi.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan cukup ramai dengan frekuensi mencapai 152.725 kali transaksi pada volume 7,773 juta lot saham senilai Rp5,24 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 36 saham turun, dan sisanyan 135 saham stagnan.
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa masuk zona hijau, dengan melonjak 80.992 poin (2,05%) ke level 4,021.100 pada perdagangan Selasa, 22 Mei 2012. Sementara Indeks LQ45 juga ditutup melonjak 14.173 poin (2,13%) ke level 679,193.
Melonjaknya posisi IHSG hari ini dikarenakan mulai masuknya fase jenuh jual yang dilakukan investor, setelah pada perdagangan sepekan terakhir IHSG tercatat merosot tajam.
Investor lokal maupun luar melakukan aksi borong saham, usai melihat potensi harga saham yang sudah mencapai angka terendah dan terdiskon cukup tinggi.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan cukup ramai dengan frekuensi mencapai 152.725 kali transaksi pada volume 7,773 juta lot saham senilai Rp5,24 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 36 saham turun, dan sisanyan 135 saham stagnan.
Rabu, 09 Mei 2012
TINGGINYA BIAYA LOGISTIK DI INDONESIA
Pekan lalu berita tentang mahalnya biaya logistik di Indonesia menguasai sekitar 7% dari total berita tentang Kementerian Perhubungan dan yang terkait dengan Kementerian Perhubungan.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menilai, biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24% dari total PDB atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia. Biaya logistik di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 15%, serta AS dan Jepang masing-masing sebesar 10%. Menurut anggota Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3EI) Kadin Ina Primiana, biaya logistik itu terbagi dalam biaya penyimpanan sebesar Rp. 546 triliun, biaya transportasi Rp. 1.092 triliun, dan biaya administrasi sebesar Rp. 182 triliun. Selain biaya yang sangat tinggi, mutu pelayanan logistik di Tanah Air juga buruk. Sebagai contoh, waktu jeda untuk barang-barang impor mencapai 5,5 hari dan biaya angkutnya juga yang mahal. Kondisi itu ditambah prasarana logistik yang masih konvesional, seperti jalan, pelabuhan, dan hubungan antarmoda. Kemudian, belum terbangunnya konektivitas antara satu lokasi dengan dengan lainnya, serta pengiriman kontainer ke daerah jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan mengirim kontainer ke luar negeri. Selain biaya bongkar muat di pelabuhan yang tinggi, akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara selalu macet dan tidak pernah terselesaikan. Akibatnya, sangat sulit bagi perusahaan angkutan barang untuk mengoptimalkan perputaran kendaraannya.
Kementerian Perhubungan perlu menanggapi isu ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai isu tersebut. Tingginya biaya logistik di Indonesia disebabkan oleh banyak hal yang saling berkaitan. Agar diungkapkan bahwa ada sejumlah kendala yang memicu tingginya biaya biaya logistik, seperti infrastruktur yang masih belum memadai serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang belum maksimal.
Upaya penanganan tingginya biaya logistik harus melibatkan antar instansi, baik pemerintah, pengelola pelabuhan, pengusaha angkutan dan pengusaha pemakai jasa angkutan.
Kementerian Perhubungan juga perlu mengungkapkan mengenai terobosan-terobosan atau kebijakan yang telah dan akan ditempuh Kementerian Perhubungan dalam mengatasi biaya tinggi logistik.
Masyarakat juga perlu diyakinkan bahwa upaya penurunan biaya logistik akan terus dilakukan pemerintah melalui berbagai pembenahan di sejumlah aturan dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. (JAB)
sumber : Pusat Komunikasi Publik http://www.dephub.go.id/read/kolom-redaksi/10694
Subyek : Manajemen, Logistik
TEKNIK PERHITUNGAN BIAYA DI PELABUHAN DAN TRANSPORTASI LAUT
Dr. IR. Ernani Lubis, DEA
Kapal Tiba dan Berlabuh
Kapal berlabuh adalah jika kapal
berada di dalam lingkungan pelabuhan, yaitu sejak kapal menyentuh perairan
pelabuhan dan berakhir kapal meninggalkan perairan pelabuhan.
Kapal tiba adalah dihitung sejak kapal tiba dan menyentuh perairan
pelabuhan.
Dalam merencanakan kapasitas dermaga perlu keputusan :
1). Berapa dermaga yang harus ada
untuk sebuah kumpulan dermaga;
2). Berapa banyak gudang yang
harus disediakan untuk tiap dermaga baru, dan apakah penambahan gudang
diperlukan pada dremaga yang telah ada.
Faktor-faktor yang harus diperhitungkan :
- kedalaman air yang tepat
di dermaga atau mooring;
- layout dermaga yang
sesuai untuk rencana operasional;
- peralatan dermaga yang
diperlukan;
- tenaga kerja yang
sesuai;
- sistem penerimaan dan
pengiriman barang.
Kapal dapat memasuki pelabuhan dan berlabuh serta meninggalkan pelabuhan
(inwards/outwards), apabila kapal dapat
menunjukkan dokumen-dokumen sbb :
1). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Dinas Kesehatan Pelabuhan, yaitu :
a. Buku kesehatan (healty
book) : buku kesehatan internasional (untuk kapal-kapal asing) dan buku
kesehatan khusus Indonesia (untuk kapal-kapal Indonesia);
b. Serifikat bebas dari hama
tikus (deratting certificate);
c. Sertifikat bebas dari
penyakit (certificate of free pratique);
d. Kartu vaksinasi atau buku
kuning daripada nahkoda dan ABK.
2). Dokumen-dokumen ditujukan pada syahbandar (harbor master), yaitu :
1). Sertifikat pendaftaran
kapal;
2). Sertifikat perlengkapan
keselamatan;
3). Sertifikat radio dan telegram
keselamatan;
4). Kuitansi penerimaan bea
mercusuar Indonesia;
5). Ijin masuk dan keluar
pelabuhan yang terakhir disinggahi.
3). Dokumen-dokumen ditujukan pada Direktorat Imigrasi, yaitu :
a. Daftar barang-barang milik
awak kapal atau buku pelaut;
b. Daftar nama anak buah
kapal.
4). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Inspektorat Angkatan Laut, kapal
harus menyerahkan buku laut (navy book).
5). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Pabean, yaitu :
a. Untuk memasuki pelabuhan :
© Daftar perbekalan kapal;
© Daftar muatan masuk yang
sah;
© Daftar muatan lanjutan;
© Daftar muatan untuk Pabean.
b. Untuk meninggalkan
pelabuhan yaitu berupa dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB).
Selain dokumen-dokumen tersebut di atas, terdapat juga dokumen atau
surat-surat yang harus tersedia di kapal, yaitu :
1). Surat kebangsaan;
2). Surat ukuran kapal;
3). Buku harian kapal (log book);
4). Salinan surat muatan;
5). Peraturan-peraturan tertulis yang berlaku, antara lain KUHD, PP No.2
tahun 1969 dsb untuk kapal-kapal Indonesia, dan peraturan internasioanl yaitu
The Hauge Rules, Convention on High Seas, dsb.
Perhitungan Sewa Berlabuh dan Bertambat
Dasar perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal berlabuh serta
sewa kapal bersandar atau bertambat di dermaga adalah sebagai berikut :
1). Sewa kapal berlabuh (harbour dues) ditentukan atas dasar besarnya
ukuran kapal serta lamanya kapal berlabuh (satuan hari);
2). Sewa kapal bersandar (wharfage dues) ditentukan atas dasar panjangnya
kapal serta lamanya kapal berlabuh (satuan jam).
Perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal berlabuh adalah
berdasarkan besarnya ukuran kapal (GRT) dengan lamanya kapal berlabuh (hari) x
tarif (per 1000 m3 GRT). Dasar perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal
bersandar / bertambat adalah berdasarkan panjang kapal (LOA) dengan lamanya kapal bersandar (jam) x
tarif (per 10 m panjang kapal) . Tarif tersebut berbeda untuk dermaga,
pelampung, jembatan kayu/besi.
Rumus :
SL = Sewa kapal berlabuh
lb = lamanya kapal berlabuh
Dalam pengangkutan barang-barang melalui transportasi laut selalu
meliputi 3 komponen yaitu hinterland, pelabuhan dan foreland. Barang-barang
yang datang dari darat/ hinterland pelabuhan untuk dibawa atau didistribusi ke
negara atau daerah lain melalui transportasi laut sudah seharusnya melalui
pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar.
Total biaya kapal selama berada di pelabuhan (Fp) diperoleh dari
penjumlahan seluruh biaya di pelabuhan (Pp1) dan biaya selama kapal berada di
pelabuhan (Pp2).
Biaya total dari transportasi melewati laut dapat diformulasikan melalui
persamaan biaya sirkulasi sebagai berikut :
Cg = Ttl + Fpl + FA +
Fp2 + Tt2
Cg = biaya total
transportasi dari awal sampai akhir
Ttl dan Tt2 = biaya
pengangkutan darat
Fp1 atau Fp2 = total biaya
pembongkaran atau pemuatan di pelabuhan
FA = jumlah biaya
laut yang harus dibayar oleh kapal termasuk
asuransi.
sumber : http://toekyk.blogspot.com/2012/02/teknik-perhitungan-biaya-di-pelabuhan.html
Subyek : Manajemen, Logistik
Subyek : Manajemen, Logistik
Pembangunan Infrastruktur Minus
Perkembangan logistik di Indonesia beberapa bulan terakhir sangat
mencemaskan, pergerakan barang hampir pada posisi terkunci karena
kondisi infrastruktur sangat parah dan sistem logistik yang sangat
rapuh.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6 persen, tidak
dibarengi kenaikan kapasitas infrastruktur malah perkembangan
infrastruktur menjadi minus karena kerusakan infrastruktur yang sudah
ada diperparah oleh alam yang tidak bersahabat," kata Zaldy Masita,
Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Rabu (25/1/2012) di Jakarta.
Pemerintah
hanya memberikan rencana-rencana utk menambah infrastruktur logistik
seperti MP3EI, Master Plan, tapi kata Zaldy, kurang dari 10 persen yang
sudah atau sedang dikerjakan. Padahal pembangunan infrastruktur butuh
3-5 tahun untuk mulai beroperasi. Indonesia akan kehilangan momentum dan
gagal menjadi negara maju.
Menurut Zaldy, biaya logistik, tahun
2012 dipastikan naik walaupun harga BBM tidak naik. Karena inefisiensi
akibat minimnya infrastruktur, harus ditanggung oleh penyedia atau
pemakai jasa logistik.
Ketidakpastian lama pengiriman barang
juga makin bertambah karena infrastruktur yang rapuh akan menambah biaya
inventory. Akhirnya biaya perusahaan terserap oleh logistik dan
perusahaan tidak dapat menaikkan upah karyawan agar bisa bertahan dengan
tidak menaikkan harga jual ke masyarakat. Kondisi logistik Indonesia
sudah kritis dan pemerintahan sudah kehilangan waktu yang sangat banyak.
Biaya logistik yang tinggi menutup keunggulan investasi di Indonesia
dengan upah yg rendah dan energi yang disubsidi.
Zaldy pun
menyayangkan pemerintah tidak mempunyai visi logistik yg 'cukup'. "Tidak
perlu bagus seperti negara-negara tetangga Singapore, Malaysia dan
Thailand, bahkan Vietnam," ujar dia.
sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/01/25/16341444/Pembangunan.Infrastruktur.Minus.
Subyek : Manajemen, Logistik
Subyek : Manajemen, Logistik
Langganan:
Postingan (Atom)
