Kartun benny

semua

Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor

Jakarta - Begitu banyak kekecewaan dan amarah mewarnai IPO Facebook sejak dibuka Jumat pekan lalu. Investor-investor kecil yang berharap bisa meraup pundi-pundi uang dari meroketnya harga saham FB, malah harus merugi.

Diperkirakan, total kerugian yang ditanggung para investor FB mencapai lebih dari US$ 600 juta. Seperti kebanyakan IPO belakangan ini, harga saham FB anjlok saat ditutup di perdagangan hari pertama.

Hari berikutnya, malah terus turun di bawah harga penawaran US$ 38. Kemarin, FB berhasil naik tipis dan ditutup di harga US$ 33, masih di bawah harga penawaran. Ini baru tahap awal dan bersiaplah untuk kemungkinan yang lebih buruk.

Menurut David Wessels, profesor finansial dari Wharton Business School, seperti dikutip dari CNN, Jumat (25/5/2012), investor yang tidak puas punya cukup banyak kesempatan untuk jual pada Jumat sore begitu isu teknis di Nasdaq terpecahkan. Mereka yang memutuskan untuk jual masih mendapat profit. Investor di IPO lain malah tidak pernah punya kesempatan untuk memperoleh kembali sejumlah yang sudah mereka taruh.

Rabu, 23 Mei 2012

Masuk Fase Jenuh Jual, IHSG Ditutup Melonjak Tajam

Investor tercatat melakukan aksi borong saham, setelah sempat terdiskon cukup dalam selama sepekan terakhir. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa masuk zona hijau, dengan melonjak 80.992 poin (2,05%) ke level 4,021.100 pada perdagangan Selasa, 22 Mei 2012. Sementara Indeks LQ45 juga ditutup melonjak 14.173 poin (2,13%) ke level 679,193.
Melonjaknya posisi IHSG hari ini dikarenakan mulai masuknya fase jenuh jual yang dilakukan investor, setelah pada perdagangan sepekan terakhir IHSG tercatat merosot tajam.
Investor lokal maupun luar melakukan aksi borong saham, usai melihat potensi harga saham yang sudah mencapai angka terendah dan terdiskon cukup tinggi.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan cukup ramai dengan frekuensi mencapai 152.725 kali transaksi pada volume 7,773 juta lot saham senilai Rp5,24 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 36 saham turun, dan sisanyan 135 saham stagnan.

Rabu, 09 Mei 2012

TINGGINYA BIAYA LOGISTIK DI INDONESIA


Pekan lalu berita tentang mahalnya biaya logistik di Indonesia menguasai sekitar 7% dari total berita tentang Kementerian Perhubungan dan yang terkait dengan Kementerian Perhubungan.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menilai, biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24% dari total  PDB atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia. Biaya logistik di Indonesia jauh lebih  tinggi  dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 15%, serta AS dan Jepang masing-masing sebesar 10%. Menurut anggota Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3EI) Kadin Ina Primiana, biaya logistik itu terbagi dalam biaya penyimpanan sebesar Rp. 546 triliun, biaya transportasi Rp. 1.092 triliun, dan biaya administrasi sebesar Rp. 182 triliun. Selain biaya yang sangat tinggi, mutu pelayanan logistik di Tanah Air juga buruk. Sebagai contoh, waktu jeda untuk barang-barang impor mencapai 5,5 hari dan biaya angkutnya juga yang mahal. Kondisi  itu  ditambah prasarana logistik yang masih konvesional, seperti jalan, pelabuhan, dan hubungan antarmoda. Kemudian, belum terbangunnya konektivitas antara satu lokasi dengan dengan lainnya, serta pengiriman kontainer ke daerah jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan mengirim kontainer ke luar negeri. Selain biaya bongkar muat di pelabuhan yang tinggi, akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara selalu macet dan tidak pernah terselesaikan. Akibatnya, sangat sulit bagi perusahaan angkutan barang untuk mengoptimalkan perputaran kendaraannya.

Kementerian Perhubungan perlu menanggapi isu ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai isu tersebut. Tingginya biaya logistik di Indonesia disebabkan oleh banyak hal yang saling berkaitan. Agar diungkapkan bahwa ada sejumlah kendala yang memicu tingginya biaya biaya logistik, seperti infrastruktur yang masih belum memadai serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang belum maksimal.

Upaya penanganan tingginya biaya logistik harus melibatkan antar instansi, baik pemerintah, pengelola pelabuhan, pengusaha angkutan dan pengusaha pemakai jasa angkutan.

Kementerian Perhubungan juga perlu mengungkapkan mengenai terobosan-terobosan atau kebijakan yang telah dan akan ditempuh Kementerian Perhubungan dalam mengatasi biaya tinggi logistik.

Masyarakat juga perlu diyakinkan bahwa upaya penurunan biaya logistik akan terus dilakukan pemerintah melalui berbagai pembenahan di sejumlah aturan dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. (JAB)
sumber : Pusat Komunikasi Publik  http://www.dephub.go.id/read/kolom-redaksi/10694

Subyek : Manajemen, Logistik

TEKNIK PERHITUNGAN BIAYA DI PELABUHAN DAN TRANSPORTASI LAUT


Dr. IR. Ernani Lubis, DEA

Kapal Tiba dan Berlabuh

Kapal berlabuh  adalah jika kapal berada di dalam lingkungan pelabuhan, yaitu sejak kapal menyentuh perairan pelabuhan dan berakhir kapal meninggalkan perairan pelabuhan.
Kapal tiba adalah dihitung sejak kapal tiba dan menyentuh perairan pelabuhan.
Dalam merencanakan kapasitas dermaga perlu keputusan :
1).  Berapa dermaga yang harus ada untuk sebuah kumpulan dermaga;
2).  Berapa banyak gudang yang harus disediakan untuk tiap dermaga baru, dan apakah penambahan gudang diperlukan pada dremaga yang telah ada.
Faktor-faktor yang harus diperhitungkan :
-          kedalaman air yang tepat di dermaga atau mooring;
-          layout dermaga yang sesuai untuk rencana operasional;
-          peralatan dermaga yang diperlukan;
-          tenaga kerja yang sesuai;
-          sistem penerimaan dan pengiriman barang.
Kapal dapat memasuki pelabuhan dan berlabuh serta meninggalkan pelabuhan (inwards/outwards), apabila kapal dapat  menunjukkan dokumen-dokumen sbb :
1). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Dinas Kesehatan Pelabuhan, yaitu :
a.       Buku kesehatan (healty book) : buku kesehatan internasional (untuk kapal-kapal asing) dan buku kesehatan khusus Indonesia (untuk kapal-kapal Indonesia);
b.      Serifikat bebas dari hama tikus (deratting certificate);
c.       Sertifikat bebas dari penyakit (certificate of free pratique);
d.      Kartu vaksinasi atau buku kuning daripada nahkoda dan ABK.

2). Dokumen-dokumen ditujukan pada syahbandar (harbor master), yaitu :
1).    Sertifikat pendaftaran kapal;
2).    Sertifikat perlengkapan keselamatan;
3).    Sertifikat radio dan telegram keselamatan;
4).    Kuitansi penerimaan bea mercusuar Indonesia;
5).    Ijin masuk dan keluar pelabuhan yang terakhir disinggahi.

3). Dokumen-dokumen ditujukan pada Direktorat Imigrasi, yaitu :
a.       Daftar barang-barang milik awak kapal atau buku pelaut;
b.      Daftar nama anak buah kapal.

4). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Inspektorat Angkatan Laut, kapal harus menyerahkan buku laut (navy book).
5). Dokumen-dokumen ditujukan untuk Pabean, yaitu :
a.       Untuk memasuki pelabuhan :
©      Daftar perbekalan kapal;
©      Daftar muatan masuk yang sah;
©      Daftar muatan lanjutan;
©      Daftar muatan untuk Pabean.

b.      Untuk meninggalkan pelabuhan yaitu berupa dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB).

Selain dokumen-dokumen tersebut di atas, terdapat juga dokumen atau surat-surat yang harus tersedia di kapal, yaitu :

1). Surat kebangsaan;
2). Surat ukuran kapal;
3). Buku harian kapal (log book);
4). Salinan surat muatan;
5). Peraturan-peraturan tertulis yang berlaku, antara lain KUHD, PP No.2 tahun 1969 dsb untuk kapal-kapal Indonesia, dan peraturan internasioanl yaitu The Hauge Rules, Convention on High Seas, dsb.

Perhitungan Sewa Berlabuh dan Bertambat

Dasar perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal berlabuh serta sewa kapal bersandar atau bertambat di dermaga adalah sebagai berikut :
1). Sewa kapal berlabuh (harbour dues) ditentukan atas dasar besarnya ukuran kapal serta lamanya kapal berlabuh (satuan hari);
2). Sewa kapal bersandar (wharfage dues) ditentukan atas dasar panjangnya kapal serta lamanya kapal berlabuh (satuan jam).

Perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal berlabuh adalah berdasarkan besarnya ukuran kapal (GRT) dengan lamanya kapal berlabuh (hari) x tarif (per 1000 m3 GRT). Dasar perhitungan untuk menentukan besarnya sewa kapal bersandar / bertambat adalah berdasarkan panjang kapal  (LOA) dengan lamanya kapal bersandar (jam) x tarif (per 10 m panjang kapal) . Tarif tersebut berbeda untuk dermaga, pelampung, jembatan kayu/besi.
Rumus :
SL = Sewa kapal berlabuh
lb  = lamanya kapal berlabuh

Dalam pengangkutan barang-barang melalui transportasi laut selalu meliputi 3 komponen yaitu hinterland, pelabuhan dan foreland. Barang-barang yang datang dari darat/ hinterland pelabuhan untuk dibawa atau didistribusi ke negara atau daerah lain melalui transportasi laut sudah seharusnya melalui pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                   

Total biaya kapal selama berada di pelabuhan (Fp) diperoleh dari penjumlahan seluruh biaya di pelabuhan (Pp1) dan biaya selama kapal berada di pelabuhan (Pp2).
Biaya total dari transportasi melewati laut dapat diformulasikan melalui persamaan biaya sirkulasi sebagai berikut :

            Cg = Ttl + Fpl + FA + Fp2 + Tt2

Cg                   = biaya total transportasi dari awal sampai akhir
Ttl dan Tt2      = biaya pengangkutan darat
Fp1 atau Fp2   = total biaya pembongkaran atau pemuatan di pelabuhan
FA                   = jumlah biaya laut yang harus  dibayar oleh kapal termasuk asuransi.


Pembangunan Infrastruktur Minus

Perkembangan logistik di Indonesia beberapa bulan terakhir sangat mencemaskan, pergerakan barang hampir pada posisi terkunci karena kondisi infrastruktur sangat parah dan sistem logistik yang sangat rapuh.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6 persen, tidak dibarengi kenaikan kapasitas infrastruktur malah perkembangan infrastruktur menjadi minus karena kerusakan infrastruktur yang sudah ada diperparah oleh alam yang tidak bersahabat," kata Zaldy Masita, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Rabu (25/1/2012) di Jakarta.
Pemerintah hanya memberikan rencana-rencana utk menambah infrastruktur logistik seperti MP3EI, Master Plan, tapi kata Zaldy, kurang dari 10 persen yang sudah atau sedang dikerjakan. Padahal pembangunan infrastruktur butuh 3-5 tahun untuk mulai beroperasi. Indonesia akan kehilangan momentum dan gagal menjadi negara maju.
Menurut Zaldy, biaya logistik, tahun 2012 dipastikan naik walaupun harga BBM tidak naik. Karena inefisiensi akibat minimnya infrastruktur, harus ditanggung oleh penyedia atau pemakai jasa logistik.    
Ketidakpastian lama pengiriman barang juga makin bertambah karena infrastruktur yang rapuh akan menambah biaya inventory. Akhirnya biaya perusahaan terserap oleh logistik dan perusahaan tidak dapat menaikkan upah karyawan agar bisa bertahan dengan tidak menaikkan harga jual ke masyarakat. Kondisi logistik Indonesia sudah kritis dan pemerintahan sudah kehilangan waktu yang sangat banyak. Biaya logistik yang tinggi menutup keunggulan investasi di Indonesia dengan upah yg rendah dan energi yang disubsidi.
Zaldy pun menyayangkan pemerintah tidak mempunyai visi logistik yg 'cukup'. "Tidak perlu bagus seperti negara-negara tetangga Singapore, Malaysia dan Thailand, bahkan Vietnam," ujar dia.